Sebenarnya...
Tidak ingin berduka hati
Hanya saja air mata saya ingin berkata, dan berbicara
Entah apa, lihatlah dengan kejujuran.
Setelah kau beranjak meninggalkan langit senja,
Jejakmu senyap tak meninggalkan bahasa,
Walaupun berbentuk.
Dan bentuknya yang selalu mengingatkan bahwa kemarin itu mimpi, dan inilah saat ini.
Saat harus tertatih mencari selimut jiwa yang setidaknya menyamaimu dan mengganti ketidakadaanmu.
Kabut pagi yang tak lagi bersahabat,
Yang sekarang bisa menusuk tulang....
Tidak seperti kemarin.
Langit yang memerahpun tak dapat lagi menjemput lepas tawaku,
Dia hanya memberikan kecemasan yang tak berujung...
Tidak seperti kemarin....
Jika kau beranggapan, mudahnya melupakanmu.
Itulah kesalahan terbesar dalam otakmu.
Asal kau ingat!!
Disini semua tidak seperti kemarin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar