Minggu, 22 Juli 2012

BAPAK

Bapak,
Coba lihat sebentar lebih dalam anakmu ini.
Memang kita berjauhan,
Tapi apakah pernah, bapak melihatku dengan tulus dan dari hati,
Membaca melalui mata hati saat kita dekat dalam jarak?
Atau sekedar menoleh pada gerak-gerikku, walaupun dalam beberapa menit itu sangat berarti bagiku pak.
Apa aku terlihat membohongi bapak?
Apa bapak pernah melihat aku secara benar-benar pada kedalaman dasar jiwa bapak??

Bagaimana bisa perkataan orang yang (mungkin) jauh,
Mempengaruhi pikiran dan pandangan bapak kepadaku?
Bagaimana bisa bapak lebih mempercayai mereka ketimbang anakmu sendiri?
Apa yang telah bapak dapat dari mereka?
Apa pak? Apaaa??

Sesaat setelah ku mengalami moment buruk di duniaku, aku tidak memberitakan padamu. Bukan karena apa-apa. Bukan aku tak menganggap bapak. Tak ada sama sekali pikiran kesitu.
Aku hanya tak ingin bapak mengkhawatirkan anakmu disini. Dan aku dapat pastikan aku baik2 saja. Dan akan pulang menemuimu dengan keadaan sehat meskipun ada perubahan sedikit di wajahku.

Tapi apa yang kudapat?
Memang manusia berbeda.
Tapi aku tak menginginkan bapak yang berbeda dari yang ku kenal.

Apa karena ada angin yg membawa berita yang (mungkin) dibesar-besarkan?
Atau mereka membuat cerita seolah aku buruk dihadapanmu?
Dan bapak mempercayainya?

Pak, jujur anakmu kecewa.
Kau lebih percaya org lain daripada anakmu ini.
Memang aku tak lebih dari seorang anak yang belum bisa membuat bapak tersenyum lebih.
Tak lebih dari anak nakal kebanyakan.
 Tak lebih dari seorang anak yang sedang berusaha membenahi diri untuk bisa hidup mandiri dan rapi selama 5 thn kebelakang.
Pak, anakmu masih tau batasan.
Anakmu masih bisa memahami pelajaran moral dan hati dari apa yang kudapat setelah aku jauh dari bapak.

Pak,
Apa aku harus membencimu hanya karena sebuah persoalan seperti ini?
Apa aku harus tak menemuimu lagi?
Atau harus cari tau siapa yg membawa berita dan menanamkan dendam kepadanya?
Aku sudah tak dapat berbicara apa-apa tentang ini.

Satu hal pak pesan dari anakmu.
Pak, tolong. Jangan buat anakmu ini membenci dunia, membenci apa-apa yg telah kau tanamkan dulu, membenci bapak dan semua yang berkaitan dengan ini, dan membenci apapun yang tercipta didepan mataku.

:'(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar