Dua hingga empat lilin telah meredup,
Dan sebentar lagi gelap.
Baiknya ku tiup sendiri,
Dan memindahkan sisa pembakarannya keluar rumah.
Hari mulai terang,
Satu langkah, alur nadapun berubah.
Tidak ada satupun yang dapat menekan,
Apalagi menghentikan.
Ribuan lilin habis pun takkan menggelapkan,
Entahlah, aku merasa angkuh pada kepedihan.
Gelap atau terang bukan seutuhnya garis kehidupan.
Dan penentuannya ada hati dan pikiran.
Yakinlah
Kepedihan yang hadir itu bukan untuk ditemani,
Bukan untuk dinikmati,
Bukan untuk mengisi ruang dihati.
Ciptakan kebahagiaan sendiri dibawah izin-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar